Saturday, May 26, 2018

Eet sang Politisi, Organisator dan Musisi ulung Bengkalis.

Engah Perform
Politisi Rockstar, Gelar itu layak diberikan kepada seorang H. Indra Gunawan Eet. Ph.D, Beliau merupakan salah satu Pimpinan di DPRD Bengkalis. Pria yang akrab disapa Eet ini telah mencicipi duduk di kursi Parlemen Bengkalis selama 3 periode berturut-turut sejak Tahun 2004 lalu. Selain disibukkan dengan berbagai kegiatan sebagai politisi, di sela waktu luang dimanfaatkanya dengan bermain alat musik Gitar yang merupakan salah satu instrument musik favoritnya itu.

Ayah satu anak penggemar berat grup Band EDANE ini juga memiliki sebuah band bernama Parlement yang sudah menghasilkan sebuah album musik dan beberapa Video Klip. Sosok politisi yang bersahaja ini juga telah berhasil mengambil hati setiap warga Bengkalis yang dibuktikan dengan terpilihnya beliau selama 3 periode sepanjang kontestasi Pemilihan wakil rakyat di Negeri Junjungan tersebut. Perihal musik, baginya musik lebih dari sebuah Hobi dan kesenangan semata. Kecintaanya terhadap musik dan berkarya dengan dirilisnya sebuah mini Album Parlement sudah pernah dirilis oleh mereka.

“Bagi saya musik lebih dari sekedar Hobi dan kenikmatan sesaat, musik itu teman dan sahabat yang bisa menjadi teman dalam bentuk dimensi lain terutama Gitar” Ujar Engah (Sapaan Eet).

Selain aktif di musik, tercatat beberapa pengalaman memimpin di Organisasi telah beliau jabati, Seperti Ketua KNPI Bengkalis, Ketua Rumpun Dagang Melayu Bengkalis, Wakil Ketua Hipmi, Dewan Nasional Pelatih Boxer. Beragam kegiatan memimpin organisasi tersebut membuat rekam jejaknya sebagai seorang organisator dan politisi Ulung yang sangat disegani.

“Alhamdulillah masih diberikan beberapa kepercayaan oleh teman-teman untuk memimpin beberapa organisasi, bagi saya semua hal yang positif tersebut bisa memperbanyak relasi dan pertemanan” Tutup Eet.

Erhan.id sedang berusaha mengatur jadwal Wawancara dengan Bung Eet untuk program #BualMusik, Dengan segala kesibukannya wawancara tersebut akan diatur ulang diwaktu yang lebih santai, Jangan lewatkan! .

Berikut beberapa Video Engah tampil bersama Bandnya Parlement:  

Friday, December 22, 2017

"Ironi" Pembuka langkah Maeva Band

Maeva Official Poster
Pergerakan musik Jakarta selalu menghasilkan banyak musisi yang aktif berkarya dan ikut meramaikan industri musik tanah air. Band "Ibukota" seolah menjadi salah satu nilai jual yang dapat diberikan kepada setiap penikmat musik dan menjadi tanggung jawab sebuah kualitas yang akan diberikan kepada fans. 

Maeva merupakan salah satu band ibukota yang belum lama ini mengeluarkan karya sebagai pembuka kehadiran mereka di blantika musik tanah air. Band yang terbentuk sejak pertengahan 2016 ini awalnya terbentuk dari "obrolan dadakan" semata. Pertemuan Vano seorang mahasiswa perantauan asal Pekanbaru yang dikota asalnya memiliki band bernama "Monoserus" dengan Abie seorang drummer band Swadaya Masyarakat Rock (SDM). Pertemuan keduanya dimulai dari kost-kostan yang sama bertempat di daerah Bilangan,Jakarta Barat. Obrolan serius mereka berlanjut dengan bergabungnya Nory yang merupakan gitaris dari SDM dan ketiganya sepakat menamai band baru mereka dengan Maeva. Kekurangan formasi Bassist diisi oleh Redy yang merupakan rekomendasi dari sang gitaris. Proses adaptasi dimulai dengan jadwal latihan rutin dan ketat, latihan ini menghasilkan riff-riff nada yang melahirkan karya "Ironi" sebagai debut awal dalam berkarya.

Proses rekaman Gitar dan Bass dibuat secara indipenden masing-masing personil,sedangkan proses rekaman vokal dan drum dilakukan mixing mastering di Quadosh Studio milik Ben Atta dari Novakanemusic. 26 November 2017 merupakan hari kelahiran dari single Ironi yang akan dilepas menjadi debut perdana mereka . 

Secara kualitas musikal album ini sangat ketara sebagai sebuah karya yang dikelola secara indipenden. Sound gitar dan bass terasa sangat dibelakang dan kurang balance dengan Vokal dan Drum yang terasa sangat dominan didepan. Menurut Press Releasenya lirik lagu ini berkisah tentang rasa penyesalan yang berujung ironis karena mempercayakan pilihan hidupnya kepada orang lain. Pesan agar segala keputusan diambil oleh diri sendiri juga turut disampaikan dalam lagu ini,hal ini dikarenakan konsekuensi dari keputusan itu juga merupakan tanggung jawab pribadi.

Single ini telah tersedia pada hampir seluruh platform musik digital ternama seperti Itunes,Spotify,Deezer dan Joox serta beberapa platform musik lainnya. Selain itu,sebuah video lirik juga telah dirilis melalui akun Youtube official Band ini.


Tuesday, December 05, 2017

Islaminya STING saat ini

Copyright by Billboard.com
Bercerita tentang STING atau pemilik nama asli Gordon Matthew Thomas Sumner tidak ada habisnya. Sosok "Kakek" keren sangat layak disematkan kepada beliau,usia menginjak umur 66 tahun tak membuat dirinya menjadi "seret" berkarya. Tercatat sudah sederet album dan single yang sudah dihasilkan pria paruh baya ini bersama bandnya THE POLICE dan proyek solonya STING.  Pada tulisan kali ini,saya tidak akan membahas bagaimana perjalanan bermusik atau mencoba mengulik tentang album yang dihasilkannya karena sudah banyak media musik yang berbobot menulis tentang itu. Pada tulisan ini akan dibahas tentang "Islaminya" karya Sting dalam beberapa album terakhir ini. Ulasan pertama dimulai dari :

1. Brand New Day Album (1999)


Pada album ini ada banyak hal yang bisa menunjukkan bahwa STING sudah menunjukkan sisi "Islami" nya. Judul album yang bertajuk "Brand New Day" seolah menyampaikan bahwa album ini merupakan penanda lahirnya hari baru bagi STING dalam bermusik dan dunia nyata ini. Kesan yang ditampilkan pada video klip "Brand New Day" masih ambigu dengan hadirnya sosok STING seolah juru selamat atau Nabi pembawa wahyu bagi umat. Terlihat lebih jelas "sisi islami" nya pada track "Desert Rose", sepanjang lagu yang berdurasi 4.45 detik ini kita dibawa pada keindahan Timur Tengah dan diiringi dengan backsound vokal dari Cheb Mami seorang musisi asal Algeria serta dipermanis dengan suara darbuka yang mengalun indah sejak awal lagu dimainkan.  

2. Sacred Love Album (2003)



Album kedua yang menjukkan "sisi islami" STING adalah Sacred Love Album yang dikeluarkan pada tahun 2003. Album ini terdiri beberapa lagu kolaborasi dengan beberapa musisi seperti Marry J Blidge dan Anoushka Shankar. "Book Of my Life" satu single yang menceritakan tentang adanya sebuah buku yang mencatat semua perbuatan selama kita hidup dan tidak ada satupun orang lain yang bisa membukanya kecuali kita sendiri. Semua perbuatan yang dicatat seperti janji yang tak tertepati,kata-kata marah dan segala yang keluar dari mulut kita.

3. 57th & 9th (2016)



Album paling fresh yang dihasilkan oleh STING, album ke 9 pada usia 57 tahun dan ke dua hal itulah nama yang diberikan pada albumnya ini. Satu track yang sejak awal sudah mencari perhatian para "Sting Lovers" adalah "InshAllah" yang merupakan suatu kalimat yang diucapkan seseorang dalam bahasa Arab memiliki arti "Jika Allah mengijinkan" atau "Kehendak Allah". Istilah ini digunakan untuk menyertai pernyataan akan berbuat sesuatu pada masa yang akan datang. Lagu ini ditulis oleh STING secara personal tanpa berkolaborasi dengan musisi manapun.

Demikian beberapa analisa "Cocoklogi" tentang betapa Islaminya sosok musisi STING saat ini,terlepas dari hal ini merupakan bentuk perjalanan spiritualnya dalam beragama atau sekedar komoditas bisnis semata mari bersama kita lihat langkah musik beliau kedepannya.

Friday, November 17, 2017

AriReda Menggelar Tur Menunggu Kemarau 2017 Bulan Ini

Ari Reda Tour
Pada bulan November ini, kelompok musik AriReda akan melangsungkan sebuah tur bertajuk Tur Menunggu Kemarau 2017. Tur ini akan berlangsung pada 18-26 November 2017 dan secara simultan mengunjungi tujuh kota di Pulau Jawa.

Detailnya adalah sebagai berikut:
18 November 2017 – Surabaya, Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
20 November 2017 – Solo, Lokananta (*)
21 November 2017 – Salatiga, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) (*)
22 November 2017 – Semarang, Impala Space (*)
24 November 2017 – Malang, Warung Srawung
26 November 2017 – Karawang, Cafe Gastronom

Tur ini merupakan kesempatan ketiga AriReda melakukan tur simultan setelah sebelumnya melakukan AriReda European Tour 2015 dan Still Crazy After All These Years Tour 2016.

“Buat kami, pergi tur adalah sebuah kesempatan yang sangat berharga untuk bisa bertemu dengan orang-orang baru. Kebetulan, salah satu hasil paling berharga dari album Suara dari Jauh yang dirilis bulan Maret 2017 lalu adalah makin bertambahnya jumlah kota yang kami kunjungi untuk main musik. Tur kali ini, juga efek dari album itu,” terang Reda Gaudiamo, setengah dari AriReda.

Ari Malibu menimpali, “AriReda tidak bisa berhenti, kami harus terus main. Dengan datang ke kota-kota baru, komitmen itu dijaga.” Bagi Ari Malibu dan Reda Gaudiamo, yang telah bersama-sama dalam AriReda selama tiga puluh lima tahun, 2017 adalah tahun paling sibuk dalam karir musikal mereka. Tahun masih menyisakan beberapa bulan lagi, tapi perekam jumlah sudah mencatat bahwa mereka telah naik panggung lebih dari lima puluh kali di 2017.

“Tahun lalu kami main sekitar empat puluh kali, tahun ini rasanya sudah lebih dan tur ini membuat daftar itu makin panjang,” imbuh Reda.

Di Tur Menunggu Kemarau 2017 ini, AriReda akan membagi beberapa panggung dengan Tony Memmel and His Band yang disponsori oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat dalam rangkaian American Music Abroad untuk berkeliling ke sejumlah kota di Indonesia memainkan musik mereka.

“Dari awal diajak untuk berbagi tur, kami sudah menyambutnya dengan tangan terbuka. Menarik rasanya bisa ngobrol dan mempresentasikan musik kepada orang yang belum pernah melihat kami main. Semarang dan Solo belum pernah kami datangi sebelumnya, apalagi Salatiga. Jadi bisa tur bersama Tony Memmel and His Band merupakan kesempatan yang seru untuk dijalani,” papar Reda.

“Lalu kami akan ke Malang dan menghabiskan beberapa hari di sana. Kota itu selalu menyenangkan untuk AriReda. Kawan baik kami, Iksan Skuter, punya tempat bagus yang perlu disinggahi,” tambah Ari.

Tur Menunggu Kemarau 2017 akan dibuka di Surabaya di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan diakhiri di acara komunitas Semesta Literasi di Karawang.

“Main di Surabaya sudah beberapa kali, tapi di dalam kampus baru sekali ini. Lalu di Karawang juga jadi ide yang sedikit membuat kami bertualang. Bayangkan, dari Malang nanti berangkat pagi terbang ke Jakarta dan lanjut lagi naik mobil ke Karawang. Kalau tidak dibela, kami tidak akan sampai sana. Ada energi lebih yang membuat rencana ini kejadian. Sebenarnya ada satu kota lagi yang seharusnya masuk ke dalam rencana ini, yaitu Sukabumi. Tapi karena isu logistik transportasi, kami harus menundanya. Nanti Desember baru kami ke sana akhirnya,” jelas Reda panjang lebar lagi.

Sampai hari ini, AriReda telah menghasilkan tiga buah album; Becoming Dew (2007), AriReda Menyanyikan Puisi (2015) dan Suara dari Jauh (2017). Ada sebuah rilisan baru yang sedang dipersiapkan untuk paruh pertama 2018 nanti.

Kawan-kawan yang di Surabaya, Solo, Salatiga, Semarang, Malang, Batu dan Karawang, sampai jumpa di jalanan. (*)


Informasi tentang AriReda:
Felix Dass
08119208475

Album Menyanyikan Puisi:

Album Suara dari Jauh:

Sunday, November 12, 2017

CIGARETTES WEDDING “Senantiasa Mini Tour Bandung & Yogyakarta 2017”


Semantiasa Minitour Artwork
“Suara baru dari kelompok musik bawah tanah di Indonesia”

Mungkin telinga kalian masih akan terganggu dengan bunyi-bunyian yang dihasilkan dari sekelompok anak band ini. Ya, terganggu karena memang belum terbiasa dengan suara yang keluar dari distorsi dan efek-efek yang unik ini. Ditambah suara vocal yang bisa dibilang tidak jelas, samar-samar, atau bahkan tidak ada vocal sama sekali. Namun inilah musik, semua orang boleh bebas mengekspresikannya dengan cara apapun. Musik yang dideskripsikan tersebut adalah masuk dalam kategori music Shoegaze dan Post-rock. Kedua jenis music ini sangatlah berkesinambungan, warna dari musiknya tidak jauh berbeda.

Atas dasar kesamaan jenis musik ini, akhirnya tiga band lokal tanah air muncul dan akan bermain bersama pada tanggal 18 November mendatang di Lou Belle, Bandung.

Diawali dengan inisiatif dari band asal Pekanbaru “Cigarettes Wedding” yang akan memulai mini tour pulau Jawa pertamanya ini, akhirnya terbentuklah acara yang dinamai “Senantiasa Mini Tour” yang diambil dari judul album pertama mereka “Senantiasa”. Pada tour pertamanya ini mereka menggaet band lokal asal Bandung Heals dan Under The Big Bright Yellow Sun (UTBBYS).

Alasan mereka menggaet dua band ini, tentu saja karena jenis musik yang dimainkan hampir seirama, Heals sering disebut-sebut sebagai band Shoegaze. Lalu UTBBYS tentu mereka memainkan musik-musik dalam kategori Post-Rock.

Di Indonesia mereka terbilang sangat minim saingan. Keberadaan band yang memainkan music ini masih bisa dihitung jari. Sebut saja nama legendaris asal kota Bandung “The Milo” dan “Polyester Embassy” yang musiknya hampir senada. Tapi tetap saja musik jenis ini masih belum se-tenar musik folk dan metal di Indonesia.

Band asal Pekanbaru ini akan menjalankan tour dua kota, yaitu Bandung dan Yogyakarta. Untuk di Yogyakarta band ini dibantu oleh beberapa teman dari Handsome Devils Club dengan tajuk acara “Join The Club Vol. 2” dan bertempat di TAP House, bersama band-band sejenis lainnya, seperti Niskala, Last Elise, dan Senja Dalam Prosa.

Terbilang masih jarang  band asal pulau Sumatera yang berani Tour dengan modal sendiri dan menuju titik-titik penting di pulau Jawa. Tentu hal ini perlu diapresiasi lebih oleh teman-teman pencinta musik diseluruh tanah air. Hal kecil yang terasa nyata adalah cukup datang keacara yang mereka buat, jika ada tiket, itu adalah tambahan apresiasi yang bisa diberikan.

Lalu bagaimanakah jadinya jika band band ini bersatu dalam satu acara? Kita lihat saja nanti, hari Sabtu, tanggal 18 November mendatang di Loubelle Shop, Bandung dan hari Minggu tanggal 19 November di TAP House, Yogyakarta.

-----

More Informations:

@Loubelleshop
@handsomedevilsclub_
@taphouse_jogja

Bands:

@cigaretteswedding_pku
@Healsmusic
@utbbys
@niskalayk
@lastelise
@senjadalamprosa




Saturday, November 11, 2017

"Merajut Kenangan" bersama Oesman

Copyright by Oesman
Bercerita tentang musisi Melayu yang aktif berkarya di Bengkalis tak bisa dipisahkan dari nama Oesman. Oesman merupakan seorang musisi yang aktif berkarya menghasilkan album dan melakukan berbagai penampilan membawakan musik tradisi melayu didaerah tersebut. Berkarir didunia musik telah dijalaninya sejak usia muda melalui sanggar Tasik yang merupakan salah satu sanggar ternama penghasil seniman di Bengkalis. Tercatat beberapa buah album sudah dihasilkan melalui tangan dingin beliau, album ini  berupa album personal atau bersama grupnya Pancaragam Senduduk Putih.

Beberapa waktu lalu Oesman bersama Erhan.id dan Lmpoct melakukan rilis ulang beberapa hits yang telah dihasilkan sebelumnya. Kesemuanya dikemas dalam sebuah album bertajuk "Merajut Kenangan". Album berdurasi 51.42 detik ini terdiri dari kumpulan beberapa lagu yang sudah cukup dikenal dikalangan penikmat musik Melayu negara serumpun. Hal yang membuat album ini menjadi menarik adalah selain menyajikan kualitas audio terbaik, juga memiliki kemasan yang fresh dan kekinian untuk ukuran album musik tradisional Melayu. 

Komposisi album ini terdiri dari 10 lagu yang digabung dari beberapa album yang pernah dihasilkan oesman sebelumnya. Secara komposisi musik,album ini mayoritas terdiri dari sound Gambus,Marwas. Track pertama album ini disambut dengan"Negeri Junjungan" yang bercerita tentang keindahan daerah Bengkalis dari sisi pesona alam dan juga pujaan bagi setiap warga daerahnya. Setelah itu disambut dengan track "Riwayat Lancang Kuning" yang berisi tentang kisah dan sejarah Kapal Lancang Kuning yang memiliki historical yang sangat dekat dengan suku Melayu. "Masak Kopi" yang berdurasi 5.42 mengisi pada track ketiga di album ini,berisi petuah untuk tidak mengikuti hawa nafsu karena bisa berdampak kepada psikologi kepada orangnya tersebut. Musik dangdut terdengar sangat kental pada track ke empat yaitu "Zapin Bermadah" selain sound accordion dan marwas,ditambah dengan gesekan senar yang manis dari biola menambah lagu ini menjadi kental akan nuansa dangdut didalamnya. Secara lyric,lagu ini berpesan untuk tetap menjaga budaya dan agar tidak hilang ditelan zaman. Dilanjutkan dengan lagu ke lima yang berjudul “Negeri Pujaan” yang secara komposisi musik terdiri dari sound accordion dan Bebano yang sangat ketara selama hampir 5.19 detik. Secara penulisan lyric lagu ini berisi tentang puji-pujian terhadap negeri Bengkalis dan Riau secara umum sebagai tempat kelahiran dan tempat berbakti kepada negeri.  Suara gambus dan marwas sangat dominan pada tack ke 6 berjudul “Imam Berempat” yang sarat bernuansa Arab atau timur tengah. Lirik lagu berisi tentang petuah dari 4 orang imam mazhab dalam agama Islam. Pesan untuk menegakkan rukun Islam dan mengikuti setiap perintah Agama juga tak luput terkandung didalam lagu ini. Berlanjut track ke tujuh yang berjudul “Dendang Kasih” yang bercerita tentang kegalauan akan kekasih yang terpisah akan jarak. Lyric dikemas dengan balutan sound dari Accordion dan Biola yang manis sehingga dapat meningkatkan kegalauan pendengarnya. Kisah sejarah Datuk Laksemana sang Raja Dilaut diceritakan dengan sangat runtun melalui setiap penggalan lyric pada lagu ini, ditambah padat berisi dengan suara bebano dan gambus yang sangat ketara sepanjang durasi 4.10 detik. “Batin Sembilan” menjadi track ke sembilan didalam album ini, suara marwas dan accordion menjadi dominan didalam lagu ini. Selain itu sound piano organ juga menambah kesan manis pada lagu ini. Track terakhir “Joget Lambak” membuat seolah kita tidak dapat menolah untuk berjoget mengikuti sepanjang lagu ini dimainkan. Suara vokal wanita (Rini) menambah manis lagu ini sehingga membuat lagu seolah menjadi ajakan untuk berjoget yang tidak dapat ditolak kepada setiap pendengarnya.


Secara garis besar album ini sangat wajib didengarkan bagi setiap penikmat musik melayu dimanapun, beberapa hits yang ada dialbum ini seperti “Masak Kopi”, ”Laksemana raja Dilaot” dan “Zapin Bermadah” seolah wajib hadir di setiap playlist penikmat melayu semuanya. Selamat menikmati lagu ini buat semua pendengar,mari berdendang dan berjoget bersama. 

Monday, October 30, 2017

(Official Press Release) Oesman Bengkalis Album "Merajut Kenangan"

Pamflet Promo
Pada tanggal 1 November 2017 bertepatan dengan 16 tahun berkarya , Oesman bersama Lmpoct dan Erhan.id akan merilis ulang lagu-lagu hitsnya terdahulu dalam format album penuh bertajuk “Merajut Kenangan”.

Secara komposisi album barunya ini diisi dengan 10 track lagu seperti “ Negeri Junjungan ” , “ Riwayat Lancang Kuning ”,“ Negeri Pujaan ”,“ Laksemana Raja Dilaut ”, keempat lagu ini sarat dengan kemasan melayu serta mempromosikan berbagai kearifan lokal dan sejarah melayu pesisir Bengkalis. Pesan dan petuah untuk turut menjaga kearifan lokal juga turut disampaikan melalui “Zapin Bermadah”, lirik lagu yang menyatakan bahwa adat & Budaya harus tetap di jaga agar bisa menjadi warisan kepada anak dan cucu seolah menjadi pesan yang harus dingat setiap pendengar lagu. Selain itu, empat lagu lainnya yaitu “Imam Berempat “, “Dendang Kasih”, “Bathin Sembilan”,” Joget Lambak “,” Masak Kopi”, secara konsisten masih membawa beragam pesan dan fenomena sosial budaya melayu pesisir lainnya.

“Tujuan utama dari perilisan ulang album ini adalah untuk mengingat kembali perjalanan dalam berkarya, dan menjadikan ini sebagai album nostalgia yang bisa dinikmati secara luas oleh penikmat musik melayu. Selain itu, motivasi kepada teman-teman musisi Bengkalis untuk berkarya dan menghasilkan sesuatu yang original juga merupakan salah satu misi yang disampaikan dalam album ini “.

Dalam memproduksi ulang album ini, terdapat beberapa pihak yang membantu yaitu untuk desain dan ilustrasi oleh Lmpoct dan pemasaran oleh Erhan.id. Grup Orkes Pancaragam Senduduk putih dan Studio Winz Recording Bengkalis membantu pada bagian teknis produksi audio. Album ini diproduksi scara terbatas sebanyak 50 pcs dan bisa dipesan melalui kontak promo pada sosial media mulai tanggal 1 November melalui pihak yang terlibat. Selain itu, meet & greet juga akan digelar dalam waktu dekat sebagai launching party album dan suasana temu intim kepada setiap pemesan album. 

Tracklist
Track List : 
  1. Negeri Junjungan
  2. Riwayat Lancang Kuning
  3. Masak Kopi
  4. Zapin Bermadah
  5. Negeri Pujaan
  6. Imam ber_empat
  7. Dendang Kasih
  8. Laksemana Raja Dilaut
  9. Bathin Sembilan
  10. Joget Lambak



Sunday, October 22, 2017

(Official Press Release) Salam Ya Salam - Varsity

Assalamualaikum Pamflet Promo
Assalamu’alaikum.
Indahnya dunia, bila semua
Saling tegur sapa, damai tercipta
Tak ada saling cela dan saling curiga
Dari hati tersenyumlah dan tebarkan salam


Ungkapan sederhana yang sangat akrab di telinga ini ternyata mengandung makna mendalam . Makna dalam kalimat tersebut adalah semoga kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan dan nestapa. Dengan kalimat ini pula Varsity memperkenalkan diri mereka ke industri dan pecinta musik yang dikemas dalam single perdana bertajuk ‘Salam Ya Salam’. Sebuah single pop manis yang bernuansa ceria dan sangat ringan di telinga. Liriknya pun sangat sederhana.

“Ini adalah lagu pengenalan dari kami. Seperti sebuah salam. Sekaligus kami juga ingin berpesan agar peace be upon us seperti dalam lirik lagunya. Salam damai untuk negeri karena kami melihatnya harusnya manusia itu saling damai, tanpa saling cela dan curiga,” ujar Ang sang gitaris juga vokalis yang menciptakan single bersama rekannya Awe (vokalis).

Struktur lagu ‘Salam Ya Salam’ dibalut alunan gitar akustik, string dan tepukan tangan di sepanjang lagu. Tepukan tangan inilah yang mencari ciri tersendiri. Lagu menjadi lebih catchy dengan nada-nada yang memikat.

“Untuk urusan aransemen, kamilah yang memulai untuk membuat badannya lalu dibantu music director McAnderson dari band Sidepony yang juga sangat piawai sebagai pembuat scoring musik. Kami ingin lagu ini setidaknya bisa jadi opening song untuk film kehidupan kita masing-masing di setiap harinya. Seperti doa baik mengawali hari dan seterusnya,” tutur Ang.

Varsity adalah sebuah band bernapaskan pop alternatif dengan pilihan lagu-lagu religi yang telah digerak dari panggung ke panggung sejak 2014. Mereka senantiasa membawakan lagu-lagu Islami dengan kemasan yang manis dan fun. Varsity beranggotakan Ang (vokal & gitar), Awe (vokal) dan Ryan (keyboard). Varsity sendiri secara bahasa diambil dari kata university yang artinya college atau kampus. Filosofinya Varsity ingin selalu belajar tanpa batas waktu. Mereka juga mengartikan kehidupan sebagai ‘kampus’ atau universitas sepanjang hayat. Untuk terus belajar menempa diri menjadi semakin baik dan baik lagi.

Religi, sebagai jalur bermusik Varsity, dalam arti yang luas atau universal. Mereka menjelaskan Islam adalah ‘rahmatan lil alamin’, yang mencakup segala sisi sendi kehidupan. Jadi tema apapun dapat dijadikan syair lagu, yang mana kekuatan lirik dan maknanya easy listening tanpa berkesan menggurui.