15 Tahun era Reformasi: Sudahkah kita Mereformasi Diri Sendiri?


Strategi merencanakan suatu perubahan
Kematangan berpikir adalah salah satu tahap pendewasaan yang harus dilakukan seorang pria.
Semua peluang adalah kesempatan, tinggal bagaimana Anda menggunakannya. Termasuk reformasi itu sendiri, tak perlu muluk-muluk memikirkan reformasi suatu negara, bagaimana dengan diri Anda sendiri?
Mari sejenak kita menunggang mesin waktu kembali ke 15 tahun yang lalu. Situasi kota Jakarta waktu itu, 12 Mei 1998 begitu mencekam. Anda mungkin masih ingat betapa gusarnya setiap orang takut terkena imbas kerusuhan dan penjarahan. Total chaos, itulah wajah Jakarta dan beberapa kota besar lain pada waktu itu. Asap-asap hitam membubung tinggi dari gedung dan pusat perbelanjaan yang dibakar habis oleh massa yang beringas tak terbendung. Jakarta carut-marut, ekonomi tumbang, Indonesia tenggelam. Bahkan, perahu Nabi Nuh saja mungkin tidak sanggup menampung luapan emosi rakyat yang menginginkan suatu perubahan. Rakyat lelah, seolah menuntut lepas dari cengkeraman tirani yang sudah membelenggu bangsa ini lebih dari tiga dekade.
Reformasi. Itulah masa yang selalu kita kenang saat bulan Mei tiba. Waktu terus berjalan, namun luka yang membekas dari nyawa-nyawa yang melayang memperjuangkan arti sebuah demokrasi tentu tak akan lekang. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, reformasi berarti perubahan yang dilakukan secara drastis dalam bidang politik, sosial, bahkan agama dalam suatu masyarakat atau negara. Bagaimana prosesnya, itu tergantung dari rasa yang telah terpendam begitu lama. Ada yang bilang reformasi itu seperti bom waktu, jika meledak mungkin akan terjadi tindakan anarkis seperti yang dialami bangsa ini 15 tahun lalu. Tapi, sebetulnya apa makna reformasi itu sendiri bagi diri Anda? Lepas dari suatu belenggu? Ataukah suatu pembenahan dalam diri yang mungkin terlupakan selama ini?
So guys, why you're so afraid of change? And what you can do about it?

Stay away, stagnancy!

Waktu terus berjalan, usia bertambah. Bagaimana Anda mengukur sebuah kesuksesan yang diraih sebagai suatu achievement yang dapat membanggakan diri sendiri atau lingkungan? Tak jarang, saat berbincang bersama teman sebaya atau kolega, mungkin Anda mendengar keluhan “Hidup gue gini-gini aja nih, I need to get something bigger..”. Coba tanyakan hal yang sama pada diri Anda sendiri, bisa jadi jawaban yang sama terlontar dari hati yang paling dalam. So, what’s the plan? Bagaimana caranya, itu semua tentu berbalik pada cara pandang Anda. Jika Anda merasa sangat settled dengan karier yang dijalani saat ini, it’s fine. Tapi jika Anda memendam kejenuhan, so, please be aware. Klise, tapi memang hidup cuma sekali, terlalu sayang jika Anda melewatkan momen untuk melakukan gebrakan besar bagi hidup Anda sendiri.

Look outside, not inside

Anda mungkin rajin membaca Forbes, isinya membahas seluk-beluk orang-orang terkaya, tersukses, dan beberapa tentu sangat inspiratif untuk dijadikan guru dalam hidup Anda. Start from today, berkaca pada apa yang pernah Anda saksikan 15 tahun lalu dengan bangsa ini. Mereformasi diri sendiri bukan berarti harus bersikap anarkis. Ini adalah sesuatu tentang bagaimana mengatur strategi untuk menjadi pria yang lebih baik lagi. Bahkan beberapa orang terkaya di dunia macam Carlos Slim atau Mark Zuckerberg pun berangkat dari sesuatu yang sifatnya out of the box. Cobalah untuk melihat keluar, di luar dari zona nyaman Anda saat ini. Perubahan besar, butuh pengorbanan besar, tapi itulah pria di mana tanggung jawab sebagai pemimpin ada di pundak Anda. Do it now, or never!

It’s time to refreshment

Anda manusia, tidak mungkin hidup Anda selalu bermandikan kebahagiaan, apalagi kesedihan. Segala sesuatu yang terjadi dalam hidup adalah hasil bentukan mindset dalam pikiran Anda. Anda merasa nyaman dengan hidup yang begitu-begitu saja, terserah Anda. Tapi jangan salahkan siapapun jika suatu saat Anda pasti akan gigit jari melihat teman atau kolega telah beranjak jauh menggenggam karier dan kehidupan yang luar biasa. Refreshment atau penyegaran di dalam hal ini tentu dilihat dari semua sisi. Dari hal terkecil saja, bagaimana Anda menata hidup saat ini? Bagaimana kondisi pekerjaan, finansial, relationship, dan segala sesuatu yang akan menunjang masa depan Anda? Tidak ada salahnya jika Anda menata ulang semuanya, toh reformasi sendiri maknanya adalah suatu pembenahan untuk kebaikan. One thing that you have to remember, from the errors of others, a wise man corrects his own.

So long, tyrant!

Saat masa reformasi terjadi di bulan Mei 1998 lalu, Anda tahu para pelopor reformasi menginginkan bangsa Indonesia terbebas dari tirani yang sudah terlalu lama berkuasa. Rakyat jenuh, rakyat berjuang. Lantas tirani macam apa yang Anda hadapi? Tergantung situasi Anda sendiri. Dalam pekerjaan, tirani terbesar mungkin dilakukan pimpinan perusahaan tempat Anda bekerja. Atau sebaliknya, tanpa sadar gaya Anda memimpin sebuah perusahaan adalah tirani yang justru membebani para karyawan dengan segala loyalitasnya. Ingat, tirani adalah bom waktu yang paling membahayakan hidup Anda. Entah Anda yang akan membombardir bos sendiri, atau justru Anda yang akan dikudeta oleh karyawan. Tirani adalah suatu kepemimpinan yang dilaksanakan dengan sewenang-wenang dan sarat penindasan. Melawan sebuah tirani sebetulnya mudah, stay cool and stay classy!

Keep believing

Well, empat langkah di atas belum cukup merubah hidup Anda? Tetap percaya dan terus berusaha. Ya, memang Anda bukan lagi siswa Sekolah Dasar yang harus diajari ini-itu, tapi daya nalar dan nurani yang akan bekerja saat Anda tidak tahu harus berbuat apa. Mulailah untuk menyusun dan melakukan gebrakan besar dalam hidup Anda. Bukan untuk siapa-siapa, Anda lah yang akan merasakan hasilnya nanti. Satu hal yang perlu Anda ingat, tidak pernah ada kata terlambat untuk suatu pembenahan. Yang ada hanyalah masalah waktu dan kapan Dewi Fortuna berpihak pada Anda. Seorang pria yang mampu berpikir bijak pasti pernah merasakan suatu kesakitan yang luar biasa dalam hidupnya. Karier hancur, hubungan tidak harmonis, atau kebangkrutan adalah beberapa hal yang justru akan menguatkan Anda. Jangan pernah takut akan kegagalan, karena gagal adalah makanan paling lezat yang justru harus Anda nikmati. How come? Sederhana, ingatlah, sekuat-kuatnya pria, yakinlah jika masih ada orang-orang yang begitu peduli dan mencintai Anda seutuhnya. So, why would you be afraid?

No comments

Powered by Blogger.