Tipe-tipe Pengguna Social Media

Tipe pengguna sosmed
Sosial media belakangan ini memang menjadi deretan nomor wahid dalam dunia maya. Hampir semua orang sekarang aktif dalam menggunakan social media, baik untuk kepentingan pribadi, komunitas, maupun brand. Fenomena yang terjadi di masyarakat dunia termasuk Indonesia ini sudah mulai terjadi sejak tahun 2000 awal.

Sedikit menilik kebelakang, pada tahun 2002, dunia maya heboh dengan munculnya sebuah sosial media generasi awal bernama Friendster. Anda ingat dengan nama tersebut? Ya, pastinya Anda ingat karena menurut saya, Friendster adalah cikal bakal dari berbagai sosial media yang ada sekarang.

Kehadiran Friendster mendapat jegalan yang cukup berat dari MySpace, sebuah situs yang banyak dihuni oleh para pecinta musik dimana disana mereka bisa berinteraksi dengan para musisi idolanya, bahkan dulu terdapat fasilitas unduh lagu secara gratis yang diunggah langsung oleh musisinya.

Setelah itu muncul Facebook yang masih menjadi sosial media terbesar di dunia dengan pengguna yang amat sangat banyak. Nama-nama lain seperti Twitter, Last.fm, Instagram, Foursquare, Path, dan banyak lainnya ikut menghiasi fenomena sosial media yang ada saat ini. Tapi apakah Anda tahu bagaimana karakter para pengguna sosial media jika dilihat dari apa yang mereka tulis? Simak beberapa rangkuman berikut ini!

Balance User

Ini yang seharusnya menjadi panutan para pengguna sosial media. Balance user disini ditujukan kepada para pengguna sosial media yang mengerti batasan sejauh apa dirinya harus berkecimpung di dunia maya. Dia juga membagi rata dunia nyata dengan dunia maya. Ya, balance. Dia tidak terlalu terlena dengan berbagai kesenangan yang bisa didapat di dunia maya.

Orang-orang seperti ini biasanya hanya bermain sosial media sebagai selingan saja. Mungkin untuk membunuh kejenuhan atau untuk mengisi waktu luang ditengah kesibukan dan kepadatan jam kerja yang menuntutnya. Atau mungkin para orang-orang yang tidak terlalu menyukai sosial media.

Hysteric User

User yang cenderung heboh. Ya, sesuai dengan judulnya, pengguna sosial media yang seperti ini banyak ditemui di Facebook atau Twitter, dengan status panjang, karakter tulisan besar-kecil dicampur dengan angka, kurang bermutu, dan bisa dikatakan tidak penting. Dengan bermodalkan foto yang sudah diracik sedemikian rupa di software photo editor, dia mencoba menggaet banyak teman atau follower untuk meramaikan status-statusnya yang tidak penting.

Jika Anda menemukan akun seperti ciri-ciri diatas, lebih baik langsung saja tutup tab browser Anda, karena hanya akan membuang waktu untuk membaca beberapa tulisan yang terkesan lebay. Mayoritas orang-orang seperti ini bisa dikatakan haus perhatian publik dan ingin menjadi pusat perhatian. Mohon maklum saja.

WTS User

WTS disini bukan berartikan Wanita Tuna Susila, tetapi sebuah kalimat bahasa Inggris, yaitu want to sell. Akun-akun ini biasanya merupakan online shop yang menjual berbagai macam barang, mulai dari pakaian, sepatu, aksesoris, bahkan pakaian dalam. User seperti ini kerap menjadi bot yang akan otomatis muncul setiap kita menulis sesuatu yang berhubungan dengan barang yang mereka jual.

Anda pasti sering sekali melihat komen di Instagram atau Twitter yang berisikan "Jual bla bla bla Fast Pre Order, Kakak!" atau "Yuk mampir ke IG kita, kakak. Kita jualan sepatu bla bla bla" yang pastinya akan membuat kita jengkel hingga akhirnya tangan kita menuju ke opsi "delete comment". Ya, memang mencari rejeki itu harus dengan usaha yang lebih, tetapi kita juga harus menghormati orang lain.

Melodramatic User

Sebelum saya mulai menjelaskan, pasti Anda sudah cukup mengerti mengenai user yang satu ini. Ya, user yang timeline-nya dipenuhi dengan lirik-lirik lagu patah hari ataupun kalimat-kalimat galau yang tidak tahu tempat dan tidak tahu waktu. Yea, sosial media sebenarnya bukan diary dimana Anda bisa mengutarakan isi hati atau kekecewaan Anda kepada orang banyak. Just keep it as your own secret, bro!

Tanpa basa-basi, mereka banyak melantunkan kata-kata yang bertemakan sakit hari yang mendalam. Jika Anda sering melihat di Twitter atau Path, mungkin mereka akan menulis #nowplaying playlist lagu-lagu galau mereka disertai dengan lirik lengkapnya yang mereka dapatkan dari hasil copy paste dari google.

Sarcastic User

Menu paling utama berada disini. Ya, para orang-orang sarkas yang sering menyindir sesuatu lewat tulisan-tulisan ambigu yang tidak terlihat menjurus kearah yang mereka tuju. Memang tidak mengganggu, tetapi cukup membuat malas dikala dia muncul di timeline Anda dengan sindiran-sindiran halus terus menerus setiap waktu.

Mungkin Anda harus mulai terbiasa dengan hal yang satu ini. Karena sarcastic sudah mulai menjamur, dan banyak sekali akun yang terlihat biasa saja padahal sebenarnya akun tersebut adalah buatan para haters. Sebagai contoh, misalkan akun pembenci sebuah klub sepakbola. Dengan embel-embel kata "ANTI", mereka mencoba mencari fakta-fakta jelek mengenai klub tersebut. Hal yang seperti ini sebenarnya justru tidak masalah, yang bermasalah adalah dimana akun tersebut tidak memperlihatkan kebenciannya secara langsung, tetapi terus menerus melontarkan sindiran yang tidak enak dibaca.

Celebrity Wannabe User

Hahaha, cukup lucu untuk membahas hal yang satu ini. Salah satu fenomena yang bisa kita dapatkan di Twitter adalah kehadiran para user yang ingin mendadak terkenal di dunia maya yang biasa dikenal dengan sebutan selebtwit alias selebriti twitter. Keuntungannya? Mungkin dengan followers yang berjumlah banyak, mereka bisa menjadi incaran beberapa brand dalam rangka membantu promosi produk/jasa mereka.

Ya, menjadi selebtwit memang bisa menghasilkan uang. Tetapi terkadang Anda akan merasa beberapa dari mereka tampak lebay dan memaksakan diri mereka yang sebenarnya tidak seperti yang nampak di dunia maya. Pencitraan. Kata tersebut sering dipakai untuk menyindir beberapa orang yang ingin tampil berbeda dari kenyataannya di dunia nyata.

Dari beberapa poin diatas, berada di nomor berapakah tipe Anda saat berada di dunia maya? Saya berharap Anda semua berada di poin nomor satu, dimana Anda memiliki kehidupan yang seimbang antara dunia nyata dengan dunia maya. Ya, dunia maya memang bisa membantu Anda untuk sedikit melupakan masalah atau kepenatan Anda dari dunia nyata, tetapi dunia nyata tetaplah kenyataan yang harus Anda jalani.

1 comment

melina said...

http://sosialmediakita.blogspot.co.id/2015/12/penggunaan-sosial-media-sesi-2.html

Powered by Blogger.